Penulis :
Drs. Hamka Abdul Aziz, MSi
Penerbit : AL-MAWARDI PRIMA
Tebal buku :
218 halaman
Cetakan : Maret, 2011
Sebagaimana
yang kita ketahui, baru-baru ini lagi buming pembicaraan tentang kurikulum
pendidikan karakter. Dimana seluruh instansi membahas dan merumuskan hal-hal
yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Pembahasan tentang pentingya
pendidikan karakter sebenarnya bukan saja sebuah perumusan yang baru-baru ini
sedang dibumingkan. Akan tetapi sebenarnya dari sejak dulu bangsa ini telah
menerapkan pendidikan karakter, hanya saja ketidak sesuaian akan pembelajaran
menjadikan pendidikan karakter seolah-olah baru dimunculkan dan diwajibkan.
UUD
1945 tentang pendidikan yang dituangkan dalam Undang-undang No.20, Tahun 2003.
Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Oleh
karena itu, dunia pendidikan saat ini mengembalikan kurikulum pendidikan
karakter ditujukan agar peserta didik mempunyai karakter yang diinginkan untuk
mengembangkan bangsa dan Negara. Sebuah kepemimpinan tentunya membutuhkan
karakter seorang pemimpin yang bisa dijadikan panutan semua golongan dan
kalangan. Pemuda bangsa di didik secara proporsional untuk menjadi penerus
bangsa.
Pada
dasarnya peserta didik yang kualitas karakternya rendah adalah peserta didik
yang tingkat perkembangan emosi-sosialnya rendah. Maka penerapan karakter
semenjak dini merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Thomas Lickona
(1991) mendefinisikan orang yang berkarakter sebagai sifat alami seseorang
dalam merespon situasi secara bermoral, yang dimanifestasikan dalam tindakan
nyata melalui tingkah laku yang baik, jujur bertanggung jawab, menghormati
orang lain serta karakter mulia lainnya.
Oleh
karena itu, membangun karakter dan watak bangsa melalui pendidikan mutlak
diperlukan. Bahkan tidak bisa ditunda. Mulai dari lingkungan rumah tangga,
sekolah dan masyarakat dengan meneladani para tokoh yang memang patut untuk
dicontoh. Semoga kedepannya bangsa kita lebih beradab, maju, sejahtera kini,
esok dan selamanya.
Dengan
demikian, pembinaan watak atau pembentukan karakter merupakan tugas utama
pendidik. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa sebuah watak dan perilaku
(karakter) seseorang itu berawal dari bongkahan darah yaitu hati. Hatilah yang
mengolah sebuah penglihatan dan pendengar menjadi sebuah perasaan dan olah lagi
dalam otak kita. Sehingga dalam proses pembentukan karakter seseorang sangat
dibutuhkannya peran hati untuk membentuknya.
Memang
benar, terkadang apa yang ada dalam hati manusia belum tentu benar adanya.
Karena sebagian orang juga menyangkal bahwa hati adalah pusat dari sebuah
keputusan. Akan tetapi, di dalam hati juga terdapat sebuah perasaan yang
benar-benar harus di realisasikan secara benar menurut logika agar apa yang
dirasa tidak salah dengan perencanaan.
Meski
hanya dikemas dalam empat bab, namun buku ini tetap memiliki eksistensi dalam
pembahasannya. Disini penulis ingin mencoba mempublikasikan sebuah pendidikan
dengan menggunakan proses pembelajaran yang mengedepankan sebuah pembentukan
karakter. Sehingga buku pertama penulis ini bisa dijadikan referensi untuk para
pendidik yang saat ini dituntut untuk mengembangkan karakter peserta didik. Dengan
adanya pemikiran yang lebih baik dan mengubah mindset yang kolot tentang
sebuah pendidikan maka akan tercapainya sebuah cita-cita yang mulia.
Buku
ini bertujuan mengajak para pendidik dan ahlinya pada era modern untuk mengubah
dan membangun kembali tujuan dan proses dalam Pendidikan nasional bangsa
Indonesia dengan pendekatan hati ke hati. Penulis benar-benar menginginkan
perubahan relevansi pada pendidikan di Indonesia dengan membawa siswa pada
perubahan yang benar-benar diinginkan oleh seluruh kalangan. Bukan hanya sebuah
penjejalan pengetahuan tanpa sebuah perubahan dan pengaplikasian di dalam
seorang siswa. Dan sudah seharusnya pendidikan karakter dijadikan sebagai
landasan dalam menjalankan pendidikan nasional yang berasaskan pancasila.
Semoga
buku yang telah diterbitkan oleh Al-Mawardi Prima dan ditulis oleh Hamka Abdul
Aziz ini bermanfaat bagi khalayak umum dan khususnya semua golongan yang berada
pada dunia pendidikan. Dengan begitu, seseorang yang mempunyai karakter kuat
dan akhlak mulia akan menjadi insan kamilan.
*)
Naila kurniasih
Mahasiswa UIN MALIKI Malang,
aktif di LKP2M (Lembaga Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Mahasiswa)


2:29 PM
Friendly Girl

Posted in:
0 comments:
Post a Comment