Wednesday, June 6, 2012

Pendidikan Vs Hati


                           Judul               : Pendidikan Karakter Berpusat Pada Hati (Akhlak Mulia Pondasi Membangun Karakter Bangsa)
Penulis            : Drs. Hamka Abdul Aziz, MSi
Penerbit          : AL-MAWARDI PRIMA
Tebal buku      : 218 halaman
Cetakan          : Maret, 2011




Sebagaimana yang kita ketahui, baru-baru ini lagi buming pembicaraan tentang kurikulum pendidikan karakter. Dimana seluruh instansi membahas dan merumuskan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Pembahasan tentang pentingya pendidikan karakter sebenarnya bukan saja sebuah perumusan yang baru-baru ini sedang dibumingkan. Akan tetapi sebenarnya dari sejak dulu bangsa ini telah menerapkan pendidikan karakter, hanya saja ketidak sesuaian akan pembelajaran menjadikan pendidikan karakter seolah-olah baru dimunculkan dan diwajibkan.

UUD 1945 tentang pendidikan yang dituangkan dalam Undang-undang No.20, Tahun 2003. Pasal 3 menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Oleh karena itu, dunia pendidikan saat ini mengembalikan kurikulum pendidikan karakter ditujukan agar peserta didik mempunyai karakter yang diinginkan untuk mengembangkan bangsa dan Negara. Sebuah kepemimpinan tentunya membutuhkan karakter seorang pemimpin yang bisa dijadikan panutan semua golongan dan kalangan. Pemuda bangsa di didik secara proporsional untuk menjadi penerus bangsa.

Pada dasarnya peserta didik yang kualitas karakternya rendah adalah peserta didik yang tingkat perkembangan emosi-sosialnya rendah. Maka penerapan karakter semenjak dini merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Thomas Lickona (1991) mendefinisikan orang yang berkarakter sebagai sifat alami seseorang dalam merespon situasi secara bermoral, yang dimanifestasikan dalam tindakan nyata melalui tingkah laku yang baik, jujur bertanggung jawab, menghormati orang lain serta karakter mulia lainnya.  

Oleh karena itu, membangun karakter dan watak bangsa melalui pendidikan mutlak diperlukan. Bahkan tidak bisa ditunda. Mulai dari lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat dengan meneladani para tokoh yang memang patut untuk dicontoh. Semoga kedepannya bangsa kita lebih beradab, maju, sejahtera kini, esok dan selamanya. 

Dengan demikian, pembinaan watak atau pembentukan karakter merupakan tugas utama pendidik. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa sebuah watak dan perilaku (karakter) seseorang itu berawal dari bongkahan darah yaitu hati. Hatilah yang mengolah sebuah penglihatan dan pendengar menjadi sebuah perasaan dan olah lagi dalam otak kita. Sehingga dalam proses pembentukan karakter seseorang sangat dibutuhkannya peran hati untuk membentuknya.

Memang benar, terkadang apa yang ada dalam hati manusia belum tentu benar adanya. Karena sebagian orang juga menyangkal bahwa hati adalah pusat dari sebuah keputusan. Akan tetapi, di dalam hati juga terdapat sebuah perasaan yang benar-benar harus di realisasikan secara benar menurut logika agar apa yang dirasa tidak salah dengan perencanaan.

Meski hanya dikemas dalam empat bab, namun buku ini tetap memiliki eksistensi dalam pembahasannya. Disini penulis ingin mencoba mempublikasikan sebuah pendidikan dengan menggunakan proses pembelajaran yang mengedepankan sebuah pembentukan karakter. Sehingga buku pertama penulis ini bisa dijadikan referensi untuk para pendidik yang saat ini dituntut untuk mengembangkan karakter peserta didik. Dengan adanya pemikiran yang lebih baik dan mengubah mindset yang kolot tentang sebuah pendidikan maka akan tercapainya sebuah cita-cita yang mulia.

Buku ini bertujuan mengajak para pendidik dan ahlinya pada era modern untuk mengubah dan membangun kembali tujuan dan proses dalam Pendidikan nasional bangsa Indonesia dengan pendekatan hati ke hati. Penulis benar-benar menginginkan perubahan relevansi pada pendidikan di Indonesia dengan membawa siswa pada perubahan yang benar-benar diinginkan oleh seluruh kalangan. Bukan hanya sebuah penjejalan pengetahuan tanpa sebuah perubahan dan pengaplikasian di dalam seorang siswa. Dan sudah seharusnya pendidikan karakter dijadikan sebagai landasan dalam menjalankan pendidikan nasional yang berasaskan pancasila.

Semoga buku yang telah diterbitkan oleh Al-Mawardi Prima dan ditulis oleh Hamka Abdul Aziz ini bermanfaat bagi khalayak umum dan khususnya semua golongan yang berada pada dunia pendidikan. Dengan begitu, seseorang yang mempunyai karakter kuat dan akhlak mulia akan menjadi insan kamilan.

*) Naila kurniasih
Mahasiswa UIN MALIKI Malang, aktif di LKP2M (Lembaga Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Mahasiswa)

0 comments:

My Blog List

Powered by Blogger.

Tags

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India