Sunday, June 3, 2012

Seni Dalam Minuman


Judul buku    : The ART of DRINKING
Penulis           : Sumirat Lohjati
Penerbit          : Immortal Publisher, Yogyakarta
Cetakan           : I, Maret 2011
Tebal buku     : 144 halaman

“… minumlah dengan seksama atau dirimu akan terminum, sebab hidup selalu menyimpan haus yang lebih dari sekedar rasa ingin menuntaskan dahaga …”
Manusia tidak akan bisa terlepas dari air dan minum yang selalu akan membasahi tenggorokannya. Tidak bisa dibayangkan apabila manusia tanpa kebasahan, hal ini dapat dilihat pada sebuah tumbuhan yang akan kering dan mati tanpa adanya air. Begitu juga dengan tanah yang tidak pernah merasakan resapan air akan mengalami ketandusan dan kegersangan, sehingga tidak ada manfaat darinya. Serupa dengan keadaan manusia yang tidak akan bermanfaat bagi orang lain, jika ia telah mengalami kekeringan dalam tenggorokan dan fikirannya.
Penulis memaparkan “Dunia manusia adalah dunia minuman, sebuah dunia yang selalu basah. Maka jangan heran jika saat bertandang ke sebuah kota atau sebuah daerah, untuk kali pertama, kita tidak akan disuguhi makanan, sebaliknya justru minuman. Bukan beberapa potong kue atau sepiring berbagai macam makanan khas mereka, melainkan hanya segelas minuman”.
Manusia adalah peminum yang aneh salah satu sub judul dalam buku ini, yang menjelaskan tentang bagaimana makhluk hidup di dunia. Manusia selalu ingin minum, dibanding dengan makanan manusia lebih membutuhkan minuman. Tanpa makan manusia sulit untuk hidup, namun tanpa minum manusia akan lebih sulit untuk menjalani hidup.
Buku ini memang sangat unik dengan beragam ungkapan dan ulasan, penulis benar-benar memberikan pengetahuan yang luas terhadap basahnya dunia makhluk hidup. Sebagian manusia mungkin tidak pernah berpikir tentang hal yang bersangkutan dengan minuman. Karena keberminuman hanya dianggap sebagai sesuatu yang sepele untuk meredakan rasa haus dan dahaga.
Judul buku yang dikemas dengan bahasa yang memukau mempunyai kesamaan pada isi bukunya. Karena penulis mencoba untuk menjabarkan sejarah minuman dan keberminuman manusia dengan sangat diskriptif. Dengan begitu tulisan-tulisan yang tertuang dalam buku tersebut tidaklah menjadi provokatif ataupun kontraktif tehadap kejadian atau keadaan yang ada.
Dalam buku ini dibahas pula tentang ragam jenis minuman yang ada di dunia. Jenis minuman di dunia ini sangat banyak sekali, baik yang berbahaya dengan kadar alkohol tinggi maupun yang bermanfaat pada kesehatan tubuh manusia. Di Negara-negara besar minuman beralkohol telah menjadi pemuas dahaga yang tidak ada batas bagi penduduknya. Minuman beralkohol itu berasal dari sebuah minuman anggur. Dan terdapat manfaat didalamnya.
Manusia telah membuat minuman anggur sejak sekitar lima ribu tahun lalu. Anggur adalah minuman populer di banyak Negara. Negara-negara yang penduduknya meminum anggur paling banyak (menggunakan data 2000) adalah Perancis, Italia, Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Argentina, Britania Raya, Tiongkok, Rusia, Dan Rumania.
Maka tidak heran apabila di Amerika, alkohol berkontribusi pada 100.000 kematian setiap tahunnya, dan angka ini terus bertambah. Alkohol menempati peringkat ketiga dalam daftar masalah-masalah sosial di Amerika (setelah merokok, kekurangan bahan pangan, dan cara hidup pasif). Sekalipun angka yang pasif tentang hal ini sukar dipastikan, Amerika tetap saja menjadi rumah bagi 14 sampai 20 juta orang yang hidupnya rusak akibat berhubungan dengan alkohol.
In vino veritas, dalam anggur ada kebenaran. Begitu ungkapan yang populer di kalangan pecinta anggur. Rasa memang tidak pernah berdusta. Maka agar kita bisa mengapresiasi dengan benar, ada baiknya mengenali lebih jauh seluk-beluk anggur. Sejarah anggur atau wine ditulis sejak berabad-abad lalu. Para pedagang Eropa berabad-abad lalu membawa serta anggur di samping cerutu sebagai hadiah bagi saudagar lainnya. Sejak itu anggur kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia (halaman 70).
Sejarah minuman dan keberminuman sengatlah penting untuk kehidupan manusia. Selain menjadi sebuah pengetahuan sejarah minuman akan memberikan kontribusi yang tinggi pada kelangsungan keberminuman manusia. Karena dengan pengetahuan tersebut manusia akan lebih merasakan kenikmatan disaat membasahi tenggorokan yang kering. Dan akan lebih dapat mensyukuri dengan adanya air sebagai penyelamat hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.
Kemanusiaan, dalam setiap perputaran roda sejarah, hampir-hampir seperti orang yang berjalan di malam yang gelap dan hanya diterangi oleh kilatan cahaya semata. Ada banyak perubahan sikap, namun mereka seolah buta untuk keluar dari masalah ini. Meski minuman itu sendiri adalah sebuah berkah, dan keberminuman adalah perayaan berkah hidup yang ada. Akan tetapi dalam banyak situasi, berkah itu justru melahirkan malapetaka yang begitu mengenaskan. Ironis memang, tapi begitulah hidup manusia. Terkadang indah dan begitu basah, namun terkadang begitu penuh kepedihan dan kehancuran (halaman 131).
Buku ini sangat bermanfaat bagi semua kalangan, utamanya dibidang kesehatan. Penjelasan yang komplit di dalam buku“ The ART of DRINGKING” ini akan memberikan kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya mengerti dan memahami sebuah minuman bagi kehidupan manusia. Dan dengan pengetahuan ini manusia tidak akan lagi mensia-siakan keberadaan air yang terkadang sulit didapat.
Sayangya, saat ini penerus bangsa sangat minim sekali yang mempunyai kegemaran membaca dan memahami sesuatu dengan lebih baik dan benar. Dengan hadirnya buku ini semoga dapat menambah daya tarik para penerus bangsa untuk membaca agar terlaksana kehidupan bangsa lebih baik.

*) Naila Kurniasih
Anggota aktif di Institute Of Studies, Research, And Development For Student (ISRDS) Malang

0 comments:

My Blog List

Powered by Blogger.

Tags

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India