Judul buku : The ART of DRINKING
Penulis : Sumirat Lohjati
Penerbit : Immortal Publisher, Yogyakarta
Cetakan : I, Maret 2011
Tebal buku : 144 halaman
“… minumlah dengan seksama atau
dirimu akan terminum, sebab hidup selalu menyimpan haus yang lebih dari sekedar
rasa ingin menuntaskan dahaga …”
Manusia tidak akan bisa terlepas dari
air dan minum yang selalu akan membasahi tenggorokannya. Tidak bisa dibayangkan
apabila manusia tanpa kebasahan, hal ini dapat dilihat pada sebuah tumbuhan
yang akan kering dan mati tanpa adanya air. Begitu juga dengan tanah yang tidak
pernah merasakan resapan air akan mengalami ketandusan dan kegersangan,
sehingga tidak ada manfaat darinya. Serupa dengan keadaan manusia yang tidak
akan bermanfaat bagi orang lain, jika ia telah mengalami kekeringan dalam
tenggorokan dan fikirannya.
Penulis memaparkan “Dunia manusia adalah
dunia minuman, sebuah dunia yang selalu basah. Maka jangan heran jika saat
bertandang ke sebuah kota atau sebuah daerah, untuk kali pertama, kita tidak
akan disuguhi makanan, sebaliknya justru minuman. Bukan beberapa potong kue
atau sepiring berbagai macam makanan khas mereka, melainkan hanya segelas
minuman”.
Manusia adalah peminum yang aneh
salah satu sub judul dalam buku ini, yang menjelaskan tentang bagaimana makhluk
hidup di dunia. Manusia selalu ingin minum, dibanding dengan makanan manusia
lebih membutuhkan minuman. Tanpa makan manusia sulit untuk hidup, namun tanpa
minum manusia akan lebih sulit untuk menjalani hidup.
Buku ini memang sangat unik dengan
beragam ungkapan dan ulasan, penulis benar-benar memberikan pengetahuan yang
luas terhadap basahnya dunia makhluk hidup. Sebagian manusia mungkin tidak
pernah berpikir tentang hal yang bersangkutan dengan minuman. Karena keberminuman
hanya dianggap sebagai sesuatu yang sepele untuk meredakan rasa haus dan dahaga.
Judul buku yang dikemas dengan bahasa
yang memukau mempunyai kesamaan pada isi bukunya. Karena penulis mencoba untuk
menjabarkan sejarah minuman dan keberminuman manusia dengan sangat diskriptif.
Dengan begitu tulisan-tulisan yang tertuang dalam buku tersebut tidaklah
menjadi provokatif ataupun kontraktif tehadap kejadian atau keadaan yang ada.
Dalam buku ini dibahas pula tentang
ragam jenis minuman yang ada di dunia. Jenis minuman di dunia ini sangat banyak
sekali, baik yang berbahaya dengan kadar alkohol tinggi maupun yang bermanfaat
pada kesehatan tubuh manusia. Di Negara-negara besar minuman beralkohol telah
menjadi pemuas dahaga yang tidak ada batas bagi penduduknya. Minuman beralkohol
itu berasal dari sebuah minuman anggur. Dan terdapat manfaat didalamnya.
Manusia telah membuat minuman anggur
sejak sekitar lima ribu tahun lalu. Anggur adalah minuman populer di banyak Negara.
Negara-negara yang penduduknya meminum anggur paling banyak (menggunakan data
2000) adalah Perancis, Italia, Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Argentina,
Britania Raya, Tiongkok, Rusia, Dan Rumania.
Maka tidak heran apabila di Amerika,
alkohol berkontribusi pada 100.000 kematian setiap tahunnya, dan angka ini
terus bertambah. Alkohol menempati peringkat ketiga dalam daftar
masalah-masalah sosial di Amerika (setelah merokok, kekurangan bahan pangan,
dan cara hidup pasif). Sekalipun angka yang pasif tentang hal ini sukar
dipastikan, Amerika tetap saja menjadi rumah bagi 14 sampai 20 juta orang yang
hidupnya rusak akibat berhubungan dengan alkohol.
In vino veritas, dalam anggur ada kebenaran. Begitu
ungkapan yang populer di kalangan pecinta anggur. Rasa memang tidak pernah
berdusta. Maka agar kita bisa mengapresiasi dengan benar, ada baiknya mengenali
lebih jauh seluk-beluk anggur. Sejarah anggur atau wine ditulis sejak
berabad-abad lalu. Para pedagang Eropa berabad-abad lalu membawa serta anggur
di samping cerutu sebagai hadiah bagi saudagar lainnya. Sejak itu anggur
kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia (halaman 70).
Sejarah minuman dan keberminuman
sengatlah penting untuk kehidupan manusia. Selain menjadi sebuah pengetahuan sejarah
minuman akan memberikan kontribusi yang tinggi pada kelangsungan keberminuman
manusia. Karena dengan pengetahuan tersebut manusia akan lebih merasakan
kenikmatan disaat membasahi tenggorokan yang kering. Dan akan lebih dapat
mensyukuri dengan adanya air sebagai penyelamat hidup manusia dan makhluk hidup
lainnya.
Kemanusiaan, dalam setiap perputaran
roda sejarah, hampir-hampir seperti orang yang berjalan di malam yang gelap dan
hanya diterangi oleh kilatan cahaya semata. Ada banyak perubahan sikap, namun
mereka seolah buta untuk keluar dari masalah ini. Meski minuman itu sendiri
adalah sebuah berkah, dan keberminuman adalah perayaan berkah hidup yang ada.
Akan tetapi dalam banyak situasi, berkah itu justru melahirkan malapetaka yang
begitu mengenaskan. Ironis memang, tapi begitulah hidup manusia. Terkadang
indah dan begitu basah, namun terkadang begitu penuh kepedihan dan kehancuran
(halaman 131).
Buku ini sangat bermanfaat bagi
semua kalangan, utamanya dibidang kesehatan. Penjelasan yang komplit di dalam buku“
The ART of DRINGKING” ini akan memberikan kesadaran yang tinggi terhadap
pentingnya mengerti dan memahami sebuah minuman bagi kehidupan manusia. Dan
dengan pengetahuan ini manusia tidak akan lagi mensia-siakan keberadaan air
yang terkadang sulit didapat.
Sayangya, saat ini penerus bangsa
sangat minim sekali yang mempunyai kegemaran membaca dan memahami sesuatu
dengan lebih baik dan benar. Dengan hadirnya buku ini semoga dapat menambah
daya tarik para penerus bangsa untuk membaca agar terlaksana kehidupan bangsa
lebih baik.
*) Naila Kurniasih
Anggota aktif di Institute Of
Studies, Research, And Development For Student (ISRDS) Malang


9:32 PM
Friendly Girl

Posted in:
0 comments:
Post a Comment