![]() |
| Pendidikan Islam |
Judul : Reformulasi Pendidikan Islam;
Meretas Mindset Baru, Meraih Peradaban Unggul
Penulis : Mujtahid, M.Ag.
Penerbit : UIN-Maliki Press, Malang
Tebal buku : xii + 166 halaman
Cetakan
: I, 2011
Pepatah
mengatakan “Belajarlah sampai ke negeri cina”. Begitu pula Al-qur’an
mengatakan “Belajarlah mulai dari belaian sampai ke liang lahat”.
Istilah
tarbiyah diambil dari akar kata (rabba, yarubbu, tarbiyah) yang
artinya memperbaiki, menguasai, mengasuh menuntun, menjaga, mengatur dan
memelihara kelestarian maupun eksistensinya. Jadi pendidikan (tarbiyah)
merupakan usaha sadar untuk memelihara, mengasuh, merawat, memperbaiki, dan
mengatur kehidupan peserta didik, agar ia dapat survive lebih baik dalam
kehidupannya (halaman 3).
Membincangkan
pendidikan diseluruh penjuru dunia tidaklah akan ada habisnya. Hal ini
dikarenakan pendidikan telah menjadi pedoman dan landasan kehidupan manusia. Tanpa
pandidikan manusia bagaikan pohon yang tumbuh dengan baik dan subur namun tiada
bunga dan buah di rantingnya. Serupa dengan kehidupan manusia jika tanpa adanya
pendidikan sebagai arahan hidup lebih baik dan sempurna. Pendidikan menjadikan
hidup insan menjadi lebih berarti, karena dengan pendidikan akan banyak
pengetahuan yang dimiliki.
Dewasa
ini, Pendidikan Agama Islam sangat sering sekali diperbincangkan diberbagai
tempat dan keadaan. Meskipun Pendidikan Islam telah sering dikaji, diulas dan
diteliti oleh para ahli dan pakar, namun tetap saja belum pada titik terangnya.
Hal ini dikarenakan banyaknya pandangan atau prespektif yang berbeda diantara
para ahli dan pakar. Seringkali para ahli dan pakar kajian Pendidikan Islam menyebutkan
bahwa pendidikan tersebut menuai suatu keutuhan sempurna.
Penulis
memaparkan, Pendidikan Islam masih saja sering dikesankan sebagai aktivitas
pembelajaran yang hanya mengurusi masalah ritual, dogma dan ibadah mahdhah.
Sementara kajian bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, kesehatan, manajemen,
pertanian, kelautan dan seterusnya belum menjadi perhatian yang serius bagi
semua kalangan. Pemilihan dan pemisahan (dikotomi) ilmu dalam pratik
penyelenggaran Pendidikan Islam yang tak kunjung berakhir itu, pada gilirannya
akan menghambat kemajuan peradaban umat islam sendiri (halaman vi).
Akhir-akhir
ini para pakar dan ahli Pendidikan Islam telah berusaha keras untuk memperbaiki
dan membangun kembali Pendidikan Islam. Mereka membangun kembali semua yang
berhubungan dengan Pendidikan Islam baik dalam segi kurikulum, metode maupun
pembelajaran dengan disesuaikan pada wilayah, konsep, landasan dan
pengelolaannya. Karena sampai sekarang pendidikan islam dianggap belum bisa
melahirkan lulusan unggul dalam semua bidang.
Anggapan
dan pemikiran yang masih belum berkembang dalam fikiran para pendidik dan para
pakar Pendidikan Islam menjadi salah satu penghambat laju perkembangannya.
Pemikiran yang tidak melihat dunia luar sebagai pendukung dan pendamping dalam
pendidikan akan mengakibatkan beberapa hambatan. Karena tidak bisa dipungkiri
bahwa segala sesuatu yang berhubungan dalam kehidupan kita akan berpengaruh
pada kehidupan pendidikan baik Pendidikan Umum dan Pendidikan Islam.
Buku
yang dikemas dalam tujuh bab ini memiliki landasan yang spesifik pada
pembangunan Pendidikan Islam. Sehingga tujuan reformulasi Pendidikan Islam pada
dasarnya ingin melahirkan penerus bangsa dan agama yang beradab lebih mulia dan
unggul. Dengan adanya pemikiran yang lebih baik dan mengubah mindset
yang kolot tentang sebuah pendidikan maka akan tercapainya sebuah cita-cita
yang mulia.
Keinginan
untuk mejadi pengajar ilmu agama Islam telah mengakar dalam diri penulis,
sehingga kini bisa direalisasikan dengan menjadi dosen tetap di Fakultas
Tarbiyah UIN MALIKI Malang. Beliau selalu bercita-cita seperti dalam hadits
yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibn Abbas : “ jadilah kamu para pendidik
yang penyantun, ahli fiqh, dan berilmu pengetahuan. Dan dikatakan predikat
“rabbani” apabila seseorang telah mendidik manusia dengan ilmu pengetahuan,
dari sekecil-kecilnya sampai menuju pada yang tinggi”.
Buku
ini bertujuan mengajak para pendidik dan ahli pendidikan khususnya Pendidikan
Islam untuk mengubah dan membangun kembali tujuan dan proses dalam Pendidikan
Agama Islam. Penulis benar-benar menginginkan perubahan yang relevansi pada
pendidikan di Indonesia dengan mengedepankan agama untuk dijadikan sebagai
landasannya.
Selain
ajakan dan arahan dalam pembangunan Pendidikan Islam, mujtahid juga
mengungkapkan adanya TQM (Total Quality Management). Strategi manajemen yang
ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses. Dengan adanya
TQM ini pendidikan islam akan lebih bertanggung jawab lebih optimal dan
totalitas tinggi.
Semoga
buku yang telah diterbitkan oleh UIN-Maliki Press dan ditulis oleh Mujtahid
bermanfaat bagi khalayak umum dan khususnya semua golongan yang berada pada
dunia pendidikan.
*)
Naila kurniasih
Mahasiswa UIN
MALIKI Malang, aktif di LKP2M (Lembaga Kajian, Penelitian Dan Pengembangan
Mahasiswa)


3:22 PM
Friendly Girl

Posted in:
0 comments:
Post a Comment