Sunday, June 3, 2012

Pendidikan Islam Melahirkan Peradaban Unggul


Pendidikan Islam

                        Judul              : Reformulasi Pendidikan Islam; Meretas Mindset Baru, Meraih Peradaban Unggul 
Penulis           : Mujtahid, M.Ag.
Penerbit         : UIN-Maliki Press, Malang
Tebal buku    : xii + 166 halaman
Cetakan          : I, 2011

Pepatah mengatakan “Belajarlah sampai ke negeri cina”. Begitu pula Al-qur’an mengatakan “Belajarlah mulai dari belaian sampai ke liang lahat”.

Istilah tarbiyah diambil dari akar kata (rabba, yarubbu, tarbiyah) yang artinya memperbaiki, menguasai, mengasuh menuntun, menjaga, mengatur dan memelihara kelestarian maupun eksistensinya. Jadi pendidikan (tarbiyah) merupakan usaha sadar untuk memelihara, mengasuh, merawat, memperbaiki, dan mengatur kehidupan peserta didik, agar ia dapat survive lebih baik dalam kehidupannya (halaman 3).

Membincangkan pendidikan diseluruh penjuru dunia tidaklah akan ada habisnya. Hal ini dikarenakan pendidikan telah menjadi pedoman dan landasan kehidupan manusia. Tanpa pandidikan manusia bagaikan pohon yang tumbuh dengan baik dan subur namun tiada bunga dan buah di rantingnya. Serupa dengan kehidupan manusia jika tanpa adanya pendidikan sebagai arahan hidup lebih baik dan sempurna. Pendidikan menjadikan hidup insan menjadi lebih berarti, karena dengan pendidikan akan banyak pengetahuan yang dimiliki.

Dewasa ini, Pendidikan Agama Islam sangat sering sekali diperbincangkan diberbagai tempat dan keadaan. Meskipun Pendidikan Islam telah sering dikaji, diulas dan diteliti oleh para ahli dan pakar, namun tetap saja belum pada titik terangnya. Hal ini dikarenakan banyaknya pandangan atau prespektif yang berbeda diantara para ahli dan pakar. Seringkali para ahli dan pakar kajian Pendidikan Islam menyebutkan bahwa pendidikan tersebut menuai suatu keutuhan sempurna.

Penulis memaparkan, Pendidikan Islam masih saja sering dikesankan sebagai aktivitas pembelajaran yang hanya mengurusi masalah ritual, dogma dan ibadah mahdhah. Sementara kajian bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, kesehatan, manajemen, pertanian, kelautan dan seterusnya belum menjadi perhatian yang serius bagi semua kalangan. Pemilihan dan pemisahan (dikotomi) ilmu dalam pratik penyelenggaran Pendidikan Islam yang tak kunjung berakhir itu, pada gilirannya akan menghambat kemajuan peradaban umat islam sendiri (halaman vi).

Akhir-akhir ini para pakar dan ahli Pendidikan Islam telah berusaha keras untuk memperbaiki dan membangun kembali Pendidikan Islam. Mereka membangun kembali semua yang berhubungan dengan Pendidikan Islam baik dalam segi kurikulum, metode maupun pembelajaran dengan disesuaikan pada wilayah, konsep, landasan dan pengelolaannya. Karena sampai sekarang pendidikan islam dianggap belum bisa melahirkan lulusan unggul dalam semua bidang.

Anggapan dan pemikiran yang masih belum berkembang dalam fikiran para pendidik dan para pakar Pendidikan Islam menjadi salah satu penghambat laju perkembangannya. Pemikiran yang tidak melihat dunia luar sebagai pendukung dan pendamping dalam pendidikan akan mengakibatkan beberapa hambatan. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa segala sesuatu yang berhubungan dalam kehidupan kita akan berpengaruh pada kehidupan pendidikan baik Pendidikan Umum dan Pendidikan Islam.

Buku yang dikemas dalam tujuh bab ini memiliki landasan yang spesifik pada pembangunan Pendidikan Islam. Sehingga tujuan reformulasi Pendidikan Islam pada dasarnya ingin melahirkan penerus bangsa dan agama yang beradab lebih mulia dan unggul. Dengan adanya pemikiran yang lebih baik dan mengubah mindset yang kolot tentang sebuah pendidikan maka akan tercapainya sebuah cita-cita yang mulia.

Keinginan untuk mejadi pengajar ilmu agama Islam telah mengakar dalam diri penulis, sehingga kini bisa direalisasikan dengan menjadi dosen tetap di Fakultas Tarbiyah UIN MALIKI Malang. Beliau selalu bercita-cita seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibn Abbas : “ jadilah kamu para pendidik yang penyantun, ahli fiqh, dan berilmu pengetahuan. Dan dikatakan predikat “rabbani” apabila seseorang telah mendidik manusia dengan ilmu pengetahuan, dari sekecil-kecilnya sampai menuju pada yang tinggi”.

Buku ini bertujuan mengajak para pendidik dan ahli pendidikan khususnya Pendidikan Islam untuk mengubah dan membangun kembali tujuan dan proses dalam Pendidikan Agama Islam. Penulis benar-benar menginginkan perubahan yang relevansi pada pendidikan di Indonesia dengan mengedepankan agama untuk dijadikan sebagai landasannya.

Selain ajakan dan arahan dalam pembangunan Pendidikan Islam, mujtahid juga mengungkapkan adanya TQM (Total Quality Management). Strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses. Dengan adanya TQM ini pendidikan islam akan lebih bertanggung jawab lebih optimal dan totalitas tinggi.

Semoga buku yang telah diterbitkan oleh UIN-Maliki Press dan ditulis oleh Mujtahid bermanfaat bagi khalayak umum dan khususnya semua golongan yang berada pada dunia pendidikan.

*) Naila kurniasih
Mahasiswa UIN MALIKI Malang, aktif di LKP2M (Lembaga Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Mahasiswa)

0 comments:

My Blog List

Powered by Blogger.

Tags

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India