Judul Buku : Integrasi Agama Dan Filsafat;
Pemikiran Epistemologi al-Farabi
Penulis : Dr. A. Khudori Soleh, M. Ag.
Penerbit : UIN-Maliki Press, Malang
Tebal buku : xii+153 halaman
Cetakan
: I, September 2010
“Ilmu adalah kepastian yang dicapai oleh
jiwa tentang eksistensi (objek) yang tidak tergantung pada realitas lainnya dan
sistem-sistem hasil produksi manusia, dimana keyakinan tersebut diperoleh dari
metode demonstrasi berdasarkan premis-premis yang benar, pasti universal, dan
unggul”. (al-Farabi)
Berbicara tentang hubungan wahyu dan
rasio(akal, pikiran) atau antara agama dan filsafat tidaklah akan ada habisnya.
Karena dalam pemikiran islam masalah ini sangatlah rumit untuk dikaji dan
difahami. Bagaimana menggabungkan antara wahyu dengan rasio begitu pula antara
agama dan filsafat tidaklah semudah memberikan sumbangan pada peminta hanya
dengan merogoh sebuah saku.
Adanya ketidakselarasan berpikir dan
pengambilan keputusan menjadikan beberapa tokoh dalam kepercayaan masing-masing
tidak bisa bersatu. Beberapa tokoh agama mempercayakan semuanya pada wahyu
dalam agama tidak mau mengenal adanya rasio dalam filsafat, begitu pula sebaliknya.
Hal inilah yang menjadikan keduanya menjadi sebuah kubu yang berbeda.
Dewasa ini, ilmu agama dan filsafat telah
banyak diajarkan disemua golongan khususnya golongan pemuda dan mahasiswa.
Meskipun agama dan filsafat telah sering dikaji, diulas dan diteliti oleh para
ahli dan pakar, namun tetap saja jawaban akan ilmu agama dan ilmu filsafat
tidak akan terlepas dari satu sama lain. Hal ini dikarenakan banyaknya
pandangan atau prespektif yang berbeda diantara para ahli dan pakar. Meskipun
demikian, agama dan filsafat akan membungkus kekurangan ilmu antara satu dengan
lainnya.
Dalam bukunya penulis memaparkan, ada
banyak perbedaan pendapat dari tokoh ahli agama dan filsafat dalam mengartikan
hubungan keduanya. Oleh karenanya penulis mengambil satu pemikiran dari
beberapa tokoh yang dianggap mempunyai keseimbangan dalam menghubungkan
keduanya. Tokoh ini mempunyai pengaruh sangat besar bagi perkembangan pemikiran
sesudahnya, tokoh ini adalah al-Farabi.
Buku yang dikemas dalam enam bab ini memiliki
keluasan pikiran dalam mengembangkan ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu filsafat.
Sehingga tujuan untuk menggabungkan kedua ilmu ini tidak akan sia-sia karena
keduanya memanglah berbeda namun berjalan pada satu tingkatan yakni ilmu
pengetahuan. Dengan adanya pemikiran yang lebih baik dan mengubah mindset
yang kolot tentang sebuah ilmu agama maupun filsafat maka akan lebih mudah
tercapainya sebuah cita-cita yang mulia.
Buku ini bertujuan mengajak para semua
golongan keilmuan untuk lebih memahami akan dasar-dasar ilmu yang melandasi
berbagai ilmu di dunia ini. Sehingga tidak akan terjadi kembali perbedaan
tujuan maupun pemahaman dalam pemberian ilmu kepada seluruh pencari ilmu. Penulis
benar-benar menginginkan adanya ketidaktumpang tindihan antara ilmu satu dengan
ilmu lainnya khususnya ilmu agama dan ilmu filsafat yang menjadi dasar berjuta
illmu di dunia ini.
Semoga buku yang telah diterbitkan oleh
UIN-Maliki Press dan ditulis oleh Khudori bermanfaat bagi khalayak umum dan
khususnya semua golongan yang berada pada dunia keagamaan dan pemikiran akan
realitas.
*) Naila kurniasih
Mahasiswa Fakultas HumBud, UIN MALIKI Malang
aktif di Lembaga Kajian Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa


8:35 PM
Friendly Girl

Posted in:
0 comments:
Post a Comment