Monday, June 4, 2012

KONSOLIDASI AGAMA DAN FILSAFAT


                        Judul Buku    : Integrasi Agama Dan Filsafat; Pemikiran Epistemologi al-Farabi
Penulis           : Dr. A. Khudori Soleh, M. Ag.
Penerbit         : UIN-Maliki Press, Malang
Tebal buku    : xii+153 halaman
Cetakan          : I, September 2010

“Ilmu adalah kepastian yang dicapai oleh jiwa tentang eksistensi (objek) yang tidak tergantung pada realitas lainnya dan sistem-sistem hasil produksi manusia, dimana keyakinan tersebut diperoleh dari metode demonstrasi berdasarkan premis-premis yang benar, pasti universal, dan unggul”. (al-Farabi)
Berbicara tentang hubungan wahyu dan rasio(akal, pikiran) atau antara agama dan filsafat tidaklah akan ada habisnya. Karena dalam pemikiran islam masalah ini sangatlah rumit untuk dikaji dan difahami. Bagaimana menggabungkan antara wahyu dengan rasio begitu pula antara agama dan filsafat tidaklah semudah memberikan sumbangan pada peminta hanya dengan merogoh sebuah saku.
Adanya ketidakselarasan berpikir dan pengambilan keputusan menjadikan beberapa tokoh dalam kepercayaan masing-masing tidak bisa bersatu. Beberapa tokoh agama mempercayakan semuanya pada wahyu dalam agama tidak mau mengenal adanya rasio dalam filsafat, begitu pula sebaliknya. Hal inilah yang menjadikan keduanya menjadi sebuah kubu yang berbeda.
Dewasa ini, ilmu agama dan filsafat telah banyak diajarkan disemua golongan khususnya golongan pemuda dan mahasiswa. Meskipun agama dan filsafat telah sering dikaji, diulas dan diteliti oleh para ahli dan pakar, namun tetap saja jawaban akan ilmu agama dan ilmu filsafat tidak akan terlepas dari satu sama lain. Hal ini dikarenakan banyaknya pandangan atau prespektif yang berbeda diantara para ahli dan pakar. Meskipun demikian, agama dan filsafat akan membungkus kekurangan ilmu antara satu dengan lainnya.
Dalam bukunya penulis memaparkan, ada banyak perbedaan pendapat dari tokoh ahli agama dan filsafat dalam mengartikan hubungan keduanya. Oleh karenanya penulis mengambil satu pemikiran dari beberapa tokoh yang dianggap mempunyai keseimbangan dalam menghubungkan keduanya. Tokoh ini mempunyai pengaruh sangat besar bagi perkembangan pemikiran sesudahnya, tokoh ini adalah al-Farabi.
Buku yang dikemas dalam enam bab ini memiliki keluasan pikiran dalam mengembangkan ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu filsafat. Sehingga tujuan untuk menggabungkan kedua ilmu ini tidak akan sia-sia karena keduanya memanglah berbeda namun berjalan pada satu tingkatan yakni ilmu pengetahuan. Dengan adanya pemikiran yang lebih baik dan mengubah mindset yang kolot tentang sebuah ilmu agama maupun filsafat maka akan lebih mudah tercapainya sebuah cita-cita yang mulia.
Buku ini bertujuan mengajak para semua golongan keilmuan untuk lebih memahami akan dasar-dasar ilmu yang melandasi berbagai ilmu di dunia ini. Sehingga tidak akan terjadi kembali perbedaan tujuan maupun pemahaman dalam pemberian ilmu kepada seluruh pencari ilmu. Penulis benar-benar menginginkan adanya ketidaktumpang tindihan antara ilmu satu dengan ilmu lainnya khususnya ilmu agama dan ilmu filsafat yang menjadi dasar berjuta illmu di dunia ini.
Semoga buku yang telah diterbitkan oleh UIN-Maliki Press dan ditulis oleh Khudori bermanfaat bagi khalayak umum dan khususnya semua golongan yang berada pada dunia keagamaan dan pemikiran akan realitas.

*) Naila kurniasih
Mahasiswa Fakultas HumBud, UIN MALIKI Malang
aktif di Lembaga Kajian Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa

0 comments:

My Blog List

Powered by Blogger.

Tags

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India