Judul
:
Proses Manusia Berbahasa; prespektif al-Qur’an dan Psikolinguistik
Penulis : Mamluatul Hasanah
Penerbit : UIN-Maliki Press, Malang
Tebal buku : 450 halaman
Cetakan
: I, Desember 2010
“Tidak
ada kata, tidak ada kalimat, tidak ada bahasa berarti tidak akan ada sebuah
komunikasi.”
Sebagaimana yang telah kita
ketahui, bahasa adalah alat komunikasi yang sangat penting bagi kehidupan.
Tanpa adanya bahasa kehidupan akan terasa hampa, karena dengan adanya
keanekaragaman bahasa menunjukkan warna-warni suatu kehidupan. Kita dapat
melihat sebagai contoh Negara Indonesia yang memiliki begitu banyak perbedaan
bahasa.
Menurut Ibn Jinni bahasa
adalah sistem bunyi yang digunakan sekelompok masyarakat untuk mengungkapkan tujuannya.
Namun yang dimaksud Ibn Jinni disini bukan sembarang bunyi yang dikeluarkan
oleh alat ucap manusia. Bahasa harus merupakan suatu simbol atau perlambangan.
dengan adanya bahasa kita dapat membunyikan apa yang telah kita fikirkan. Baik
sesuatu yang kita dengar maupun yang kita lihat.
Bahasa yang digunakan oleh
masyarakat biasanya memiliki ciri khas dan susunan bahasa tertentu. Bahasa
adalah sesuatu yang dapat berubah-ubah, karena bahasa selalu terikat kuat
dengan masyarakat pengguna bahasa tersebut. Hal ini menunjukkan mengapa bahasa
sangat penting untuk dijaga kelestariannya. Oleh karenanya jika bahasa tersebut
hilang dari suatu daerah, secara otomatis ciri khasnya juga akan hilang dan
menyebabkan ketidakeksisan daerah tersebut.
Berbicara merupakan
berbahasa, oleh karenanya kenapa disaat berbicara tidak sedikit orang yang
menggunakan tatanan atau ciri khas berbicaranya. Sebagaimana telah disebutkan
di atas bahwa tanpa bahasa kehidupan akan terasa hampa dan tidak berwarna. Ini
menunjukkan betapa besar kuasa Allah dalam penciptaan manusia, karena di Dunia
begitu banyak perbedaan bahasa yang menyebabkan manusia akan selalu
mempelajarinya.
Manusia hidup di dunia ini
dibekali dengan akal dan panca indra. Akal inilah yang membedakan manusia
dengan hewan dan makluk Tuhan yang lainnya. Meskipun makhluk yang lain juga
mempunyai panca indra yang sama dengan manusia, namun manusia tetap tidak bisa
disamakan dengan yang lainnya. Oleh karena itu manusia diciptakan dengan
beragam etnik dan bahasa agar mereka mempunyai ciri tertentu antara yang satu
dengan yang lainnya.
Perspektif
Qur’ani
Manusia
terlahir dengan ketidaktahuan dan ketidakfahaman tentang semua hal yang ada di
dunia ini. Namun, dengan adanya panca indra semua dapat diketahui dengan pasti
karena Tuhan menciptakan manusia dengan banyak hal yang harus diketahui oleh
manusia. Akan tetapi, yang sangat berperan penting adalah indra pendengaran,
karena dengan indra pendengaran itulah manusia akan mengenal semuanya.
Namun, jika manusia tidak
memiliki panca indra yang lengkap ia akan sedikit kesulitan untuk mempelajari
dan menerima semua informasi. Ada beberapa hal yang masih memungkinkan manusia
dalam penerimaan informasi meski ia tidak memiliki panca indra yang lenkap.
Sebagai contoh indra pendengaran yang sangat berperan penting dalam pengenalan
segala hal di Dunia ini.
Dengan akal manusia juga
memiliki kemampuan untuk mengambil kesimpulan dari berbagai hal yang dihasilkan
melalui pengamatan dan pengalaman. Namun, menurut al-Qur’an kemampuan manusia
untuk mengamati dan mengetahui itu terbatas, pemikiran manusia juga bisa
keliru, karena ada beberapa hal yang bisa menghalangi manusia untuk berpikir
secara benar.
Panca indra dan akal adalah
dua sarana yang diberikan Allah untuk membantu manusia dalam mengamati dan
mengetahui berbagai hal. Tetapi dua kelebihan ini saja belum cukup untuk
mengantarkan manusia untuk mengetahui segala sesuatu. Namun, dengan bahasa
telah memungkinkan manusia untuk memahami apa yang ada disekitarnya, dan
mengantarkan dia memiliki ilmu pengetahuan dan keahlian.
Nikmat Allah yang diberikan
kepada manusia memang tak terhingga, diantara nikmat itu yang sangat besar dan
dikhususkan untuk manusia adalah kemampuan untuk belajar bahasa, sehingga
manusia disebut sabagai “hayawan nathiq”. Mengapa Bahasa dianggap
sebagai suatu yang istimewa, karena bahasa merupakan sarana utama manusia untuk
berpikir. Hal ini merupakan sumber awal manusia memperoleh pemahaman dan ilmu
pengetahuan.
Sebagaimana penjelasan
al-Qur’an yang menyebutkan Allah telah mengajarkan bahasa mulai dari zaman Nabi
Adam. Seperti di dalam ayat al-Qur’an surat al-Baqarah:31-32. Yang menjelaskan
bahwa Allah telah mengajarkan nabi Adam suatu bahasa dengan cara menyebutkan
nama-nama benda yang melambangkan suatu simbol/lambang tertentu. Sehingga
nama-nama benda tersebut menjadi suatu bahasa setelah proses pengklasifikasian
dengan berfikirnya manusia.
Buku dengan judul “Proses
Manusia Berbahasa, prespektif al-Quran dan psikolinguistik” menguraikan secara gamblang bagaimana
al-Qur’an menjelaskan awal mula manusia berbahasa. Begitu penting manusia
memiliki sebuah bahasa, karena tanpa bahasa manusia tidak akan saling mengenal
satu sama lain.
Kemasan buku linguistik yang
dirangkai sangat apik ini, perlunya dinikmati oleh para pelajar, mahasiswa dan
seorang pengajar baik guru maupun dosen. Terutama yang mempunyai kaitan dengan
kebahasaan dan sastra. Umumnya untuk semua kalangan dan khususnya kalangan yang
sedang mempelajari dan mamahami kebahasaan secara islami dengan prespektif
al-Qur’an.
Untuk penulis dan penerbit
satu dari jutaan ribu karya ini semoga selalu diberi segudang bahasa agar dapat
menciptakan kembali karya-karya yang unik dan apik. Agar seluruh manusia di penjuru
dunia dapat menikmatinya.
*) Naila kurniasih
Mahasiswa fakultas humaniora dan
budaya UIN MALIKI Malang


9:00 PM
Friendly Girl

Posted in:
0 comments:
Post a Comment