Sunday, June 3, 2012

Manusia Berbahasa dalam al-Qur’an


Judul               : Proses Manusia Berbahasa; prespektif al-Qur’an dan Psikolinguistik
Penulis            : Mamluatul Hasanah
Penerbit          : UIN-Maliki Press, Malang
Tebal buku      : 450 halaman
Cetakan          : I, Desember 2010

“Tidak ada kata, tidak ada kalimat, tidak ada bahasa berarti tidak akan ada sebuah komunikasi.”
Sebagaimana yang telah kita ketahui, bahasa adalah alat komunikasi yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa adanya bahasa kehidupan akan terasa hampa, karena dengan adanya keanekaragaman bahasa menunjukkan warna-warni suatu kehidupan. Kita dapat melihat sebagai contoh Negara Indonesia yang memiliki begitu banyak perbedaan bahasa.
Menurut Ibn Jinni bahasa adalah sistem bunyi yang digunakan sekelompok masyarakat untuk mengungkapkan tujuannya. Namun yang dimaksud Ibn Jinni disini bukan sembarang bunyi yang dikeluarkan oleh alat ucap manusia. Bahasa harus merupakan suatu simbol atau perlambangan. dengan adanya bahasa kita dapat membunyikan apa yang telah kita fikirkan. Baik sesuatu yang kita dengar maupun yang kita lihat.
Bahasa yang digunakan oleh masyarakat biasanya memiliki ciri khas dan susunan bahasa tertentu. Bahasa adalah sesuatu yang dapat berubah-ubah, karena bahasa selalu terikat kuat dengan masyarakat pengguna bahasa tersebut. Hal ini menunjukkan mengapa bahasa sangat penting untuk dijaga kelestariannya. Oleh karenanya jika bahasa tersebut hilang dari suatu daerah, secara otomatis ciri khasnya juga akan hilang dan menyebabkan ketidakeksisan daerah tersebut.
Berbicara merupakan berbahasa, oleh karenanya kenapa disaat berbicara tidak sedikit orang yang menggunakan tatanan atau ciri khas berbicaranya. Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa tanpa bahasa kehidupan akan terasa hampa dan tidak berwarna. Ini menunjukkan betapa besar kuasa Allah dalam penciptaan manusia, karena di Dunia begitu banyak perbedaan bahasa yang menyebabkan manusia akan selalu mempelajarinya.
Manusia hidup di dunia ini dibekali dengan akal dan panca indra. Akal inilah yang membedakan manusia dengan hewan dan makluk Tuhan yang lainnya. Meskipun makhluk yang lain juga mempunyai panca indra yang sama dengan manusia, namun manusia tetap tidak bisa disamakan dengan yang lainnya. Oleh karena itu manusia diciptakan dengan beragam etnik dan bahasa agar mereka mempunyai ciri tertentu antara yang satu dengan yang lainnya.

Perspektif Qur’ani

 Manusia terlahir dengan ketidaktahuan dan ketidakfahaman tentang semua hal yang ada di dunia ini. Namun, dengan adanya panca indra semua dapat diketahui dengan pasti karena Tuhan menciptakan manusia dengan banyak hal yang harus diketahui oleh manusia. Akan tetapi, yang sangat berperan penting adalah indra pendengaran, karena dengan indra pendengaran itulah manusia akan mengenal semuanya.
Namun, jika manusia tidak memiliki panca indra yang lengkap ia akan sedikit kesulitan untuk mempelajari dan menerima semua informasi. Ada beberapa hal yang masih memungkinkan manusia dalam penerimaan informasi meski ia tidak memiliki panca indra yang lenkap. Sebagai contoh indra pendengaran yang sangat berperan penting dalam pengenalan segala hal di Dunia ini.
Dengan akal manusia juga memiliki kemampuan untuk mengambil kesimpulan dari berbagai hal yang dihasilkan melalui pengamatan dan pengalaman. Namun, menurut al-Qur’an kemampuan manusia untuk mengamati dan mengetahui itu terbatas, pemikiran manusia juga bisa keliru, karena ada beberapa hal yang bisa menghalangi manusia untuk berpikir secara benar.
Panca indra dan akal adalah dua sarana yang diberikan Allah untuk membantu manusia dalam mengamati dan mengetahui berbagai hal. Tetapi dua kelebihan ini saja belum cukup untuk mengantarkan manusia untuk mengetahui segala sesuatu. Namun, dengan bahasa telah memungkinkan manusia untuk memahami apa yang ada disekitarnya, dan mengantarkan dia memiliki ilmu pengetahuan dan keahlian.
Nikmat Allah yang diberikan kepada manusia memang tak terhingga, diantara nikmat itu yang sangat besar dan dikhususkan untuk manusia adalah kemampuan untuk belajar bahasa, sehingga manusia disebut sabagai “hayawan nathiq”. Mengapa Bahasa dianggap sebagai suatu yang istimewa, karena bahasa merupakan sarana utama manusia untuk berpikir. Hal ini merupakan sumber awal manusia memperoleh pemahaman dan ilmu pengetahuan.
Sebagaimana penjelasan al-Qur’an yang menyebutkan Allah telah mengajarkan bahasa mulai dari zaman Nabi Adam. Seperti di dalam ayat al-Qur’an surat al-Baqarah:31-32. Yang menjelaskan bahwa Allah telah mengajarkan nabi Adam suatu bahasa dengan cara menyebutkan nama-nama benda yang melambangkan suatu simbol/lambang tertentu. Sehingga nama-nama benda tersebut menjadi suatu bahasa setelah proses pengklasifikasian dengan berfikirnya manusia.
Buku dengan judul “Proses Manusia Berbahasa, prespektif al-Quran dan psikolinguistik”  menguraikan secara gamblang bagaimana al-Qur’an menjelaskan awal mula manusia berbahasa. Begitu penting manusia memiliki sebuah bahasa, karena tanpa bahasa manusia tidak akan saling mengenal satu sama lain.
Kemasan buku linguistik yang dirangkai sangat apik ini, perlunya dinikmati oleh para pelajar, mahasiswa dan seorang pengajar baik guru maupun dosen. Terutama yang mempunyai kaitan dengan kebahasaan dan sastra. Umumnya untuk semua kalangan dan khususnya kalangan yang sedang mempelajari dan mamahami kebahasaan secara islami dengan prespektif al-Qur’an.
Untuk penulis dan penerbit satu dari jutaan ribu karya ini semoga selalu diberi segudang bahasa agar dapat menciptakan kembali karya-karya yang unik dan apik. Agar seluruh manusia di penjuru dunia dapat menikmatinya.


            *) Naila kurniasih
Mahasiswa fakultas humaniora dan budaya UIN MALIKI Malang

0 comments:

My Blog List

Powered by Blogger.

Tags

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India