Thursday, June 7, 2012

Mari Sayangi Bumi


Naila kurniasih *
Mahasiswi Fakultas Humaniora dan Budaya
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

“Hidupkan bumi, matikan asap rokok dan kendaraan bermesin “.

Hari bumi yang bertepatan pada tanggal 22 April bukanlah hari dimana bumi dilahirkan. Namun, hari dimana dunia mencoba untuk menyayangi bumi dengan berbagai cara. Agar bumi dimana manusia berpijak dapat bertahan lama. Hal ini dilakukan karena memang tidak akan ada seorang pun yang tahu kapan bumi itu muncul di dunia. Hanya saja manusia mencoba dengan berbagai kemampuan dan pengetahuannya agar dapat mengetahui bagaimana penciptaan bumi.
  
Sehebat apapun kecerdasan manusia tidak ada yang bisa mengetahui kapan bumi dilahirkan. Namun, ada para ahli mencoba menyebutkan dengan beberapa teorinya yang menyatakan terciptanya bumi secara ilmiah. Karena sesungguhnya hanya Allah sang penciptalah yang tahu kapan bumi ada. Karena itulah manusia tidak akan mengetahuinya secara keseluruhan. Tetapi masih dalam wacana pengetahuan semata agar manusia bisa mensyukuri apa yang telah diberikan kepadanya.
  
Tidak asing lagi ditelinga para pembaca ajakan untuk menyayangi bumi. Namun ajakan hanyalah omong kosong yang tidak jarang orang menolaknya. Hal ini berbeda dengan keadaan kampus Islami yang terletak di kota malang. Meskipun hanya dalam cangkupan masyarakat kecil para aktivis hari bumi di kampus tersebut tidaklah merasa kecil hati. Mereka tetap berusaha keras agar semua civitas akademika di kampus tersebut bisa mengikuti ajakan mereka.

Sebut saja para aktivis tersebut sekelompok mahasiswa yang tergabung di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) MAPALA TURSINA. Mereka adalah para mahasiswa yang gemar akan dunia alam. Maka untuk menunjukkan kecintaan mereka kepada alam, mereka membuat sebuah acara di hari bumi dengan tema 1 Hari Tanpa Asap (asap rokok atau kendaraan bermesin).

Seluruh akademika kampus tersebut dihimbau untuk tidak berkendara dan merokok di dalam kampus. Namun karena memang bukanlah hal yang biasa dilakukan maka mereka harus bekerja keras untuk menghentikan dan memperingatkan civitas akademika yang masih melanggarnya. Mereka pun tidak jarang mendorong mobil dosen-dosen yang tidak boleh menyalakan kendaraannya di dalam kampus.

Dalam menjalankan tugas tersebut para mahasiswa MAPALA sangat  memegang komitmen yang tinggi, sehingga mereka tidak memandang bulu terhadap siapapun.  Mereka harus mematikan mesin jika ingin masuk kedalam kampus. Tidak jarang para mahasiswa tersebut beradu mulut dengan sebagian orang yang tidak mau mengikuti himbauan mereka.

Cuaca yang sangat panas pada hari itu tidak menyurutkan sedikitpun semangat para aktivis hari bumi. Bahkan banyak mahasiswa yang ikut bergabung dengan para aktivis tersebut. Karena mereka beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh para aktivis memang benar. Kalau manusia ingin alam bersahabat dengannya, maka manusia juga harus menyayangi dan bersahabat dengan alam.

Hari tanpa asap memang sangat berat dilakukan oleh sebagian besar manusia. Akan tetapi, aktivis hari bumi dari mahasiswa UKM MAPALA TURSINA berhasil mewujudkan tekad mereka untuk menjalankan 1 hari tanpa asap. Mereka berharap 1 hari tanpa asap tidak hanya mereka lakukan pada hari bumi saja, namun dihari-hari lainnya juga.
Mereka berharap semoga pelaksanaan 1 hari tanpa asap dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa dan masyarakat di nusantara bahkan di dunia. Agar bumi kita bisa bertahan lebih lama untuk kelangsungan hidup bersama.   






*)  Aktif di Lembaga Kajian Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M)
 UIN Maliki Malang

0 comments:

My Blog List

Powered by Blogger.

Tags

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India