Naila
kurniasih *
Mahasiswi
Fakultas Humaniora dan Budaya
UIN
Maulana Malik Ibrahim Malang
“Hidupkan bumi, matikan asap rokok dan
kendaraan bermesin “.
Hari bumi yang bertepatan pada tanggal 22 April
bukanlah hari dimana bumi dilahirkan. Namun, hari dimana dunia mencoba untuk
menyayangi bumi dengan berbagai cara. Agar bumi dimana manusia berpijak dapat
bertahan lama. Hal ini dilakukan karena memang tidak akan ada seorang pun yang
tahu kapan bumi itu muncul di dunia. Hanya saja manusia mencoba dengan berbagai
kemampuan dan pengetahuannya agar dapat mengetahui bagaimana penciptaan bumi.
Sehebat apapun
kecerdasan manusia tidak ada yang bisa mengetahui kapan bumi dilahirkan. Namun,
ada para ahli mencoba menyebutkan dengan beberapa teorinya yang menyatakan
terciptanya bumi secara ilmiah. Karena sesungguhnya hanya Allah sang
penciptalah yang tahu kapan bumi ada. Karena itulah manusia tidak akan
mengetahuinya secara keseluruhan. Tetapi masih dalam wacana pengetahuan semata
agar manusia bisa mensyukuri apa yang telah diberikan kepadanya.
Tidak asing lagi
ditelinga para pembaca ajakan untuk menyayangi bumi. Namun ajakan hanyalah
omong kosong yang tidak jarang orang menolaknya. Hal ini berbeda dengan keadaan
kampus Islami yang terletak di kota malang. Meskipun hanya dalam cangkupan masyarakat
kecil para aktivis hari bumi di kampus tersebut tidaklah merasa kecil hati.
Mereka tetap berusaha keras agar semua civitas akademika di kampus tersebut
bisa mengikuti ajakan mereka.
Sebut saja para aktivis tersebut sekelompok mahasiswa
yang tergabung di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) MAPALA TURSINA. Mereka adalah
para mahasiswa yang gemar akan dunia alam. Maka untuk menunjukkan kecintaan
mereka kepada alam, mereka membuat sebuah acara di hari bumi dengan tema 1 Hari
Tanpa Asap (asap rokok atau kendaraan bermesin).
Seluruh akademika kampus tersebut dihimbau untuk tidak
berkendara dan merokok di dalam kampus. Namun karena memang bukanlah hal yang
biasa dilakukan maka mereka harus bekerja keras untuk menghentikan dan
memperingatkan civitas akademika yang masih melanggarnya. Mereka pun tidak
jarang mendorong mobil dosen-dosen yang tidak boleh menyalakan kendaraannya di
dalam kampus.
Dalam menjalankan tugas tersebut para mahasiswa MAPALA
sangat memegang komitmen yang tinggi,
sehingga mereka tidak memandang bulu terhadap siapapun. Mereka harus mematikan mesin jika ingin masuk
kedalam kampus. Tidak jarang para mahasiswa tersebut beradu mulut dengan
sebagian orang yang tidak mau mengikuti himbauan mereka.
Cuaca yang sangat panas pada hari itu tidak menyurutkan
sedikitpun semangat para aktivis hari bumi. Bahkan banyak mahasiswa yang ikut
bergabung dengan para aktivis tersebut. Karena mereka beranggapan bahwa apa
yang dilakukan oleh para aktivis memang benar. Kalau manusia ingin alam
bersahabat dengannya, maka manusia juga harus menyayangi dan bersahabat dengan
alam.
Hari tanpa asap memang sangat berat
dilakukan oleh sebagian besar manusia. Akan tetapi, aktivis hari bumi dari
mahasiswa UKM MAPALA TURSINA berhasil mewujudkan tekad mereka untuk menjalankan
1 hari tanpa asap. Mereka berharap 1 hari tanpa asap tidak hanya mereka lakukan
pada hari bumi saja, namun dihari-hari lainnya juga.
Mereka berharap semoga pelaksanaan 1 hari
tanpa asap dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa dan masyarakat di nusantara
bahkan di dunia. Agar bumi kita bisa bertahan lebih lama untuk kelangsungan
hidup bersama.
*) Aktif
di Lembaga Kajian Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa (LKP2M)
UIN
Maliki Malang


3:23 PM
Friendly Girl
Posted in:
0 comments:
Post a Comment