Judul : Islamic Parenting
Penulis : M. Fauzi Rachman
Penerbit : Penerbit Erlangga
Tebal buku : viii + 134 halaman
Cetakan
: I, 2011
Allah SWT berfirman, “Harta dan anak-anak
adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh
adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi
harapan.” (Qs. Al-kahfi [18]: 46).
Sebagaimana tertera
dalam ayat suci Al-Qur’an di atas, bahwa seorang anak adalah sebuah perhiasan
dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Bahkan tidak jarang seseorang menganggap
seorang anak adalah segalanya baginya. Dalam kehidupan rumah tangga banyak
keluarga yang menginginkan hadirnya si buah hati. Karena apabila di dalam rumah
tiada kehadiran anak, rumah tersebut di anggap belum lengkap dari sebuah
kebahagiaan.
Pendidikan seorang anak sangatlah butuh
perhatian yang terfokus, karena pendidikan ini juga termasuk tanggung jawab
orang tua. Terutama ibu, karena secara alamiah ibu lebih dekat dengan
anak-anaknya dan memiliki ikatan yang lebih kuat dengan mereka. Pendidikan
seorang anak dimulai dari dalam kandungan, oleh karenanya peran seorang ibu
sangat besar dalam pendidikan si buah hati.
Dengan demikian, ibu adalah guru terbaik
bagi anak, yang dapat dilihat dan dirasakan kedekatannya, sehingga akan
menumbuhkan perasaan-perasaan dalam diri anak yang akan membentuk sikapnya terhadap berbagai hal. Menurut Doob, sikap
pada hakikatnya adalah implicate respone yang tersembunyi ditambah
faktor-faktor lain dari dalam diri individu seperti dorongan, kehendak
kebiasaan dan lain-lain akan menimbulkan tingkah laku nyata.
Oleh karena itu, kontribusi ibu terhadap
perkembangan perilaku anak amat kuat. Sehingga, amat dominan peranan ibu untuk
menumbuhkan anak yang berkepribadian kuat, terbuka, tidak mudah tersinggung,
dan cerdas. Ibu pemurung akan melahirkan anak yang pemurung. Sebaliknya, ibu
yang ceria akan melahirkan anak yang ceria.
Akan tetapi, peluang ibu untuk menjadi ibu
seutuhnya sangat tergantung peran suami. Karena sesuai dengan tugasnya suami
yang dibebankan islam padanya, maka suami wajib mencari nafkah dan mendidik
istri, sehingga kerjasama suami dan istri dalam mendidik anak adalah mutlak.
Artinya, pembagian tugas jelas: mencari nafkah adalah domain suami, mendidik
anak adalah domain istri.
Semua
persiapan akan pendidikan seorang anak tentunya harus dipersiapkan jauh sebelum
seorang anak dilahirkan di dunia ini. Islam dan adat jawa mengajarkan kepada
seluruh umat untuk mempertimbangkan 3B (Bibit, Bobot dan Bebet) dalam pemilihan
calon suami maupun istri. Sehingga, pranikah dan prapendidikan dipersiapkan
secara baik dan benar.
Prapendidikan
adalah hal penting yang perlu diperhatikan untuk kehidupan si buah hati.
Apabila sesuatunya telah dipersiapkan dan dilakukan secara baik dan benar, maka
bukan barang mustahil akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Kemudian untuk
menumbuh kembangkan pertumbuhan seorang anak, orang tua harus mempunyai pola
pendidikan yang baik dan benar pula. Karena pendidikan pertama adalah pendidikan
yang diberikan oleh orang tua.
Untuk
melengkapi keseluruhan yang telah disiapkan tidak terlupa faktor pendukung
pendidikan. Dalam buku Islamic Parenting ini banyak disebutkan faktor
pendukung dalam pendidikan si buah hati. Diantaranya yaitu do’a, apalagi yang
akan dilakukan oleh manusia selain berusaha dan berdo’a. Oleh karena itu,
setelah semuanya dipersiapkan dengan matang maka do’alah yang akan membantu
tercapainya segala yang diinginkan.
Selain
ajakan dan arahan dalam prapendidikan, penggunaan pola pendidikan yang baik dan
benar, Fauzi Ranchman juga mengungkapkan betapa pentingnya pendidikan anak pada
masa golden age (usia 0-5 tahun). Karena pada masa itu seorang anak
benar-benar dibentuk baik dari karakter maupun sikan dan sifatnya. Mengabaikan
masa ini sama artinya mengabaikan aset terpenting dalam kehidupan seseorang. Karena
seorang anak hanya sekali berada pada tahap yang berbeda, dan masa ini tidak
akan pernah kembai lagi.
Buku
ini bertujuan mengajak para orang tua sebagai pendidik yang handal. Khususnya
Pendidikan yang diajarkan islam untuk mengubah dan membangun kembali generasi
bangsa dan agama agar menjadi insan kamil. Penulis menginginkan perubahan yang
relevansi pada pendidikan anak dengan mengedepankan IQ, EQ dan SQ untuk
dijadikan sebagai landasannya.
Semoga
buku yang telah diterbitkan oleh Penerbit Erlangga dan ditulis oleh Fauzi
Rachman ini bermanfaat bagi khalayak umum dan khususnya semua golongan yang
berada pada posisi sebagai orang tua, serta yang sedang mempersiapkan pertumbuhan
si buah hatinya.
*)
Naila kurniasih
Mahasiswa Fakultas
Humaniora dan Budaya UIN MALIKI Malang, aktif di LKP2M (Lembaga Kajian,
Penelitian Dan Pengembangan Mahasiswa)


2:37 PM
Friendly Girl

Posted in:
0 comments:
Post a Comment