Negara
Indonesia memanglah sangat kaya akan budaya dan adat istiadatnya. Namun,
sebagaimana kita ketahui budaya di Indonesia saat ini bahkan dari sejak lama
telah mengalami kekrisisan identitas. Lihat saja yang terjadi pada salah satu
dari warisan budaya Indonesia yakni “Batik”. Saat ini batik tidak saja ada di
Negara Indonesia, tetapi batik telah meluas ke berbagai Negara. Dan parahnya
lagi batik tersebut bukan saja keberadaannya yang meluas, akan tetapi hak cipta
batik kini telah diakui oleh Negara lain.
Dari
permasalahan batik diatas kita bisa menyimpulkan bahwa keberadaan
keanekaragaman warisan budaya Negara Indonesia telah mengalami kekrisisan. kita
akan bangga dengan apa di depan kita tanpa mau melihat apa yang telah ada
dibelakang kita. Padahal sesuatu yang ada di belakang kita adalah hal-hal yang
sangat penting untuk kita kembangkan, bukan malah kita mematikannya.
“Sarasehan
Budaya” yang diadakan oleh Senat
Mahasiswa Fakultas Humaniora dan Budaya pada tanggal 23 November 2011 mencoba
membuka dan mengupas akan kekrisisan budaya di Indonesia. Dalam Sarasehan
Budaya tersebut ada beberapa pembicara yang telah mengungkapkan akan pentingnya
budaya bagi keberlangsungan dan kesejahteraan sebuah masyarakat di dalam bangsa
dan Negara.
Akan tetapi, sekarang budaya dan adat istiadat di
Indonesia tidak lagi sebagaimana keadaannya pada masa dulu. Saat ini budaya
tidak lagi dijadikan sebagai dasar sebuah pendidikan dan penunjangnya. Karena
pemerintah saat ini sudah sangat kurang perhatiannya dalam pengembangan budaya.
Bahkan akan ramai pembicaraan dan penguatan akan pengakuan hak cipta dan hak
milik dari sebuah budaya apabila ada salah satu Negara yang mengakui satu dari
kebudayaan dan produk dalam negeri Indonesia.
Bapak agus sunyoto salah satu pembicara (budayawan)
mengatakan betapa pentingnya budaya bagi kelangsungan sebuah Negara. Berawal
dari sebuah budayalah bangsa Indonesia ini tercipta dan berkembang dari keterpurukan.
Akan tetapi bagaimana Indonesia akan berkembang jika budaya yang menjadikannya
lebih baik saja sudah tidak diperhatikan bahkan tidak diturunkan kepada penerus
bangsa.
*) Naila kurniasih
Mahasiswa
UIN MALIKI Malang, aktif di LKP2M (Lembaga Kajian, Penelitian Dan Pengembangan
Mahasiswa)


3:21 PM
Friendly Girl
Posted in:
0 comments:
Post a Comment