Friday, June 17, 2011

Faisal dan Langgar Terapung





Judul             : Orang Miskin Dilarang Sekolah
Penulis          : Wiwid Prasetyo
Penerbit        : Diva Press, Yogyakarta
Tebal buku   : 450 halaman
Cetakan        : Mei 2010

“Jangan takut untuk bermimpi besar, sebab orang yang tak punya mimpi berarti tak punya cita-cita dan masa depan.”
Pra kata di atas jika kita jadikan pedoman hidup akan membuat kita tetap bersemangat dan berusaha akan mimpi-mimpi dan cita-cita yang sudah kita bangun. Maka dari itu kita wajib mempunyai sebuah mimpi yang kita anggap paling besar dalam hidup kita.
Faisal adalah anak perkotaan yang mengecap dirinya sebagai sosok anak rumahan, yang berada dalam rutinitas menjemukan seperti sekolah, les private, tidur siang, nonton TV, dan belajar di malam hari, begitulah rutinitas yang harus dijalankannya. Setiap waktu dan setiap saat hingga dia merasa bahwa dia tidak pernah bisa melakukan apa yang dia inginkan.
Sosok bocah yang dimunculkan oleh penulis novel tentang tragedi sebuah persahabatan manusia. Peran yang harus selalu berjuang untuk menggapai cita-citanya dan memberikan semangat kepada para sahabat-sahabatnya yang sama sekali belum pernah merasakan dunia pendidikan. Persahabatan yang sangat erat antara anak kampung dan anak kota yang tidak melihat pada kesetaraan derajat dan hakekat material, membuat persahabatan mereka menghasilkan buah manis seperti apa yang sering kita peroleh sebagai orang yang hidup berkecukupan tanpa harus bersusah payah untuk mendapatkannya.
Novel dengan judul Orang Miskin Dilarang Sekolah ini sangat menggetarkan hati kita. Karena kisah-kisah di dalamnya memberikan inspirasi dan empati akan pentingnya mengasihi orang-orang disekitar yang butuh akan aluran tangan dan kasih sayang kita. Utamanya anak yatim dan orang-orang yang tidak mampu.
Buku karangan Wiwid Prasetyo terinspirasi dari sebuah tetralogi novel laskar pelangi karya Andrea Hirata. Keprihatinan atas teman-temannya yang tak punya kesadaran bersekolah sangat berpengaruh pada kehidupannya setelah dewasa kelak. Tekad yang kuat untuk menyelesaikan novel motivasi ini menjadikan novel ini tak kalah menarik dengan novel laskar pelangi karya andrea tersebut. Karena meskipun telah banyak lembaga-lembaga pendidikan di dunia ini, dia menganggap bahwa masih separuh dari anak-anak yang bisa berada didalamnya.
Gaya bahasa yang digunakan oleh Wiwid sangat meresap ke otak tanpa penelaahan khusus untuk memahaminya, karena kita seperti berada dalam dunia yang diciptakan dalam ceritanya. Kepedulian yang tinggi yang dilakukan oleh Faisal sebagai tokoh utama dalam cerita itu berhasil mengentaskan kebodohan sahabat-sahabatnya.
Faisal memperoleh banyak pelajaran dari kehidupan yang ia jalani ketika berada di kampung halaman yang telah mempertemukannya dengan sahabat-sahabatnya tersebut. Sehingga diapun memperoleh pelajaran yang akan selalu diterapkannya dalam kehidupan selanjutnya. Diantaranya adalah “Di mana ada niat di situ pasti ada jalan, dan jalan itu tak lain adalah kemudahan dari Allah dengan cara yang sama sekali tak kita sangka-sangka ”. inilah yang menjadikan faisal semakin bersemangat menghadapi rintangan-rintangan yang selalu menghalanginya.
Sekadar predikat dari pembaca, novel motivasi ini memberi sengatan yang luar biasa kepada hati dan pikiran yang telah lama dihuni oleh keegoisan dan kesombongan terhadap dunia sekitar kita. Banyak hal yang bisa kita peroleh dari membaca novel ini, diantaranya kesadaran akan hal-hal yang kita anggap kecil ternyata besar dan sebaliknya pula hal-hal yang kita anggap besar ternyata kecil dimata orang lain. Seperti contoh “Ternyata orang yang pintar itu tak selalu identik dengan penampilan, pintar itu pusatnya pada otak, jadi tak ada urusan dengan penampilan”.

Langgar Terapung
Mengagumkan sekali cerita dalam novel ini, selain menunjukkan kerja keras dan usaha dari tokoh-tokohnya novel ini tetap mengungkap arti penting dari sebuah kepercayaan yang di anut oleh tokoh utama Faisal. Selain belajar di SD Kartini faisal teryata belajar mendalami agama yang telah diturunkan oleh keluarganya. Di sebuah langgar terapung yang diajari oleh kiai tukang becak.
Jauh seperti yang kita bayangkan bagaimana dituliskan sebuah langgar terapung yang berada di atas genangan air yang melimpah dengan topangan beberapa tiang.  Tidak lain langgar terapung adalah sebuah Musholla di jaman sekarang yang memang ditopang beberapa tiang dan terdapat banyak tangga untuk memasukinya, sehingga menjadikan langgar tersebut seolah-olah berada di atas genangan air. Satu-satunya langgar di kampung Genteng, yang akhirnya bisa membebaskan kejahiliahan masyarakat sekitar, meski hanya dengan seorang guru kiai tukang becak.
Banyak pelajaran yang diterima oleh Faisal di luar SD Kartini. Dia juga mengetahui banyak hal tentang pemahaman agamanya, kini ia tahu bahwasanya Al-Qur’an yang menjadi dasar hukum dan mu’jizat nabi terakhir itu tidak hanya untuk dibaca. Akan tetapi harus dipahami arti dan makna yang terkandung di dalamnya.  Dan ternyata Al-Qur’an itu mengajarkan semua ilmu yang telah banyak orang pelajari seperti disiplin ilmu, mulai dari embriologi, nuklir, fisika, ilmu bumi dan pegunungan, bahkan untuk membentuk sebuah Negara yang adil dan makmur, asas-asasnya ada di dalam Al-Qur’an.
Singkat cerita, dalam novel ini menceritakan tentang persahabatan empat anak laki-laki, tiga dari sahabat itu adalah anak-anak kampung yang belum pernah belajar di gedung sekolah yang nyaman dan terarah. Kemudian datanglah sosok faisal sebagai anak kota yang pindah ke kampung dan menjadi sahabat ketiga putra kampung tersebut. Pada akhirnya faisal berhasil mengantarkan ketiga anak kampung itu dari ketidaktahuan hingga berwawasan luas. Ia mengetahui satu hal bahwa dengan Kebodohan itu membuat kita gampang tertipu. Oleh karena itu faisal tidak mau sahabat-sahabatnya itu tertipu terus-menerus.
Deretan cerita yang disajikan dalam novel karya Wiwid ini, memberikan banyak kesadaran yang tinggi akan pentingnya menghargai dan menyayangi orang-orang disekitar kita tanpa harus membedakan derajat dan status sosialnya. Sehingga akan menjadikan ketenangan dan kedamaian baik dalam diri kita maupun orang yang berada disekitar kita.
Proses adalah keutamaan, dan hasil adalah ketentuan Allah. Itulah yang seharusnya menjadi pedoman untuk kita semua agar kita dapat menjalani kehidupan ini menjadi lebih baik dan damai serta kita selalu bisa menyadari akan usaha kita yang pasti akan membuahkan hasil.
Oleh karena itu, novel ini sangat layak untuk dibaca. Dan dirasa benar-benar novel yang hebat karena belum lebih dari dua tahun saja sudah terbit sebanyak 6 kali. Terlebih sebagai bahan referensi semua kalangan dan golongan. Tidak terkecuali para orangtua, pendidik, birokrasi dan lainnya sebagai wakil masyarakat yang peduli akan hal pendidikan.[]

*) Naila kurniasih
Anggota LKP2M yang ingin terus berkarya, mahasiswa fakultas humaniora dan budaya UIN MALIKI Malang

My Blog List

Powered by Blogger.

Tags

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India